Kuliner

Resep Tradisional Yang Mulai Langka Di Indonesia

155Views

Indonesia kaya sekali akan makanan tradisionalnya. Bahkan satu wilayah saja dapat memiliki berbagai macam makanan tradisional. Yang bisa memasak makanan tradisional ini tentu saja bukan sembarangan orang, karena tidak banyak masyarakat generasi sekarang yang mau mempelajarai resep tradisional.

Sebagai generasi penerus bangsa yang baik, tentu saja kita harus mencegah kepunahan masakan tradisional khas negeri sendiri.

Anda penasaran apa saja dan bagaimana cara memasak resep tradisional tersebut, mari kita simak sebagai berikut.

Resep Tradisional Khas Betawi

Sayur Babanci

Sudah dapat dipastikan kebanyakan masyarakat Indonesia sendiri juga tidak pernah mendengar sayur Babanci. Jangan sampai salah sebut ya. Sayur Babanci ini adalah resep tradisional yang berasal dari Betawi.

Masakan ini tidak sembarangan dimasak dan hanya pada hari-hari penting keaganaab saja Anda dapat merasakannya. Sayur yang satu ini terdiri dari daging sapi yang direndam dalam kuah santan yang terdapat petai di dalamnya.

Selain mengandung santan, masakan yang satu ini juga mengandung serutan kelapa muda, manga, kedaung, bangle, daun adas, dan juga lempuyang. Keseluruhan dari bahan-bahan itu saat ini sudah sangat jarang dapat ditemukan di Jakarta.

Hal inilah yang membuat Sayur Babanci menjadi hampir punah dari Betawi itu sendiri. berikut resep tradisional sayur babanci

Bahan-Bahan:

½ kg daging sapi yang telah dicuci bersih

50 g daging tetelan dari sapi

1 L air putih mentah

3 sendok makan minyak sayur

4 lembar daun salam

3 batang serai yang sudah dimemarkan

2 sendok makan gula merah

Garam secukupnya

1 L santan peras

300 ml air kelapa muda

3 sendok makan kelapa parut yang telah disangrai sampai kering

2 butir kelapa muda yang sudah diparut dagingnya

Resep Tradisional

Persiapan Bumbu 1 Dengan Cara Dihaluskan:

25 g cabai rawit

25 g cabai merah

8 butir bawang merah

5 siung bawang putih

5 butir kemiri yang sudah disangrai

2 cm jahe

2 cm kunyit yang sudah dibakar

Persiapan Bumbu 2 dengan Cara Disangrai dan Dihaluskan:

½ sendok makan ketumbar

½ sendok makan kedaung

½ sendok makan botor

Bahan Pelengkap:

Emping

Bawang merah goreng

Bawang putih goreng

Resep Tradisional Yang Lezat

Cara Membuat:

  1. Rebus daging sapi yang sudah dibersihkan agar lunak dan matang. Setelah matang, lalu angkat dan ditiriskan. Jangan buang air hasil rebusan, karena dapat dimanfaatkan sebagai kaldu.
  2. Panaskan minyak sayur dan gunakan untuk menumis bumbu 1 yang ditambahkan dengan daun salam dan juga serai. Tumis sampai mengeluarkan aroma harum yang sedap untuk dicium. Kemudian, hasil tumisan ditambahkan gula merah dan garam sesuai selera. Setelah itu, aduk hingga merata dan angkat.
  3. Masukkan bumbu 1 tersebut ke dalam air hasil rebusan alias kaldu. Campuran antara keduanya dipanaskan kembali. Hanya saja menggunakan api yang kecil, karena jika api terlalu besar akan merusak cita rasa yang diberikan dari bumbu 1. Air kelapa muda dan juga campuran dengan santan dimasukkan ke dalam campuran kaldu dan bumbu 1. Setelah itu, masukkan daging dan juga tetelan.
  4. Aduk terus-menerus sampai kuahnya mendidih. Lalu, masukkan bumbu 2 dan juga kelapa sangrai kering. Biarkan sampai bumbu-bumbu tersebut meresap ke dalam daging dan juga tetelan sambil api masih menyala. Sayur Babanci siap untuk disajikan.

Manfaat Sayur Babanci Untuk Kesehatan

Sayur Babanci sebagai resep tradisional terdiri dari jenis rempah-rempah yang jarang ada di masakan lainnya, seperti kedaung dan botor.

Kedaung merupakan sejenis rempah berupa biji yang bermanfaat untuk mengobati perut yang kembung, kolera, dan mengobati apabila terdapat peradangan pada usus.

Sedangkan, botor adalah kacang-kacangan yang diambil dari kecipir. Kacang-kacangan yang satu ini memiliki khasiat berupa kandungan gizi yang sangat lengkap, berupa mineral dan juga vitamin. Bahkan di dalam botor terkandung vitamin A, B kompleks, C, dan juga E.

Resep tradisional masakan  babanci harus tetap dilestarikan agar terus terjaga, jadi resep ini harus di turunkan pada generasi saat ini. terima kasih sudah membaca di situs kami, terima kasih.

Leave a Reply